Arsip Artikel
Kumpulan artikel ilmiah dan nasihat dari asatidzah berdasarkan manhaj salafus shalih.
Mempelajari biografi penulis sebelum mendalami karyanya membantu kita memahami latar belakang keilmuan dan keikhlasan sang pengarang. Pada pertemuan-pertemuan berikutnya, kajian akan dilanjutkan dengan membahas satu per satu hadis dalam Syarah Al-Arba'in An-Nawawiyah karya Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.
Dunia ini adalah tempat menanam (darul ibtila), sedangkan akhirat adalah tempat memanen (darul jaza). Meskipun dunia ini sangat kecil dan sementara, setiap detik yang kita lewati di sini akan menentukan nasib abadi kita di akhirat kelak. Yaitu tempat segala keindahan yang kita tuju:Surga.
Al-Qur’an adalah kalamullah, bukan makhluk. Barang siapa yang mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah makhluk, maka dia telah kufur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dampak yang paling buruk adalah seseorang dapat keluar dari Islam karena keyakinan tersebut bertentangan dengan keterangan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya yang menyatakan bahwa Al-Qur’an adalah kalamullah.
Penyusunan buku Adab dan Akhlak Penuntut Ilmu dilatarbelakangi oleh keprihatinan atas fenomena penuntut ilmu yang mengabaikan aspek adab. Tanpa adab, seseorang dapat tumbuh menjadi pribadi yang kaku, kasar, dan kurang beretika—bahkan terhadap orang tua maupun guru yang telah mengajarinya. Pelajaran adab bertujuan untuk: Memperbaiki akhlak penuntut ilmu dalam bermuamalah kepada Allah dan sesama manusia, Menjaga kehormatan dan kekhusyukan majelis ilmu dan Menjadi pengingat agar ilmu yang dipelajari membawa keberkahan serta mempermudah jalan menuju surga.
Di antara ciri utama seorang muslim yang benar-benar beriman kepada Allah Ta’ala dan hari akhir adalah merasa ridha dan menerima dengan sepenuh hati semua ketentuan syariat yang telah ditetapkan oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Ta’ala berfirman, “Dan tidakkah patut bagi laki-laki dan perempuan yang (benar-benar) beriman, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata” (QS al-Ahzaab:36). Hukum asal poligami dalam Islam berkisar antara ibaahah (mubah/boleh dilakukan dan boleh tidak) atau istihbaab (dianjurkan), dan ini akan dibahas dalam daurah kali ini, dilihat dari beberapa sisi.