29 Rabiul Akhir 1448 H | Sabtu, 10 Oktober 2026
Tahdzib Ad Daa' wa Ad Dawaa'

Salah Kaprah Dalam Berdoa

Salah Kaprah Dalam Berdoa

Daftar isi

    Ketika kita mendapatkan suatu nikmat, kadangkala kita mendengar orang lain berkata semacam, "Doa kamu apa, sih? kok hidupmu kelihatannya lancar-lancar saja?" dan ucapan yang senada.

    Ternyata banyak orang yang masih belum paham, bahwa lafaz doa bukanlah satu-satunya faktor yang menyebabkan permohonan dan permintaan kita dikabulkan dan diijabah oleh Allah Ta'ala.

    Bisa jadi doa yang ia panjatkan bersanding dengan beberapa kondisi berikut ini:

    1. Kondisi darurat dan kesulitan yang sedang ia alami.

    2. Ketika berdoa, ia benar-benar sepenuhnya menghadap kepada Allah Ta'ala.

    3. Ada suatu amalan, misalkan sedekah, atau menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan, maupun amalan lainnya, yang ia lakukan sebelum berdoa.

    4. Doanya bertepatan dengan waktu-waktu yang doa di dalamnya mustajab

    Yang mana karena kondisi-kondisi di atas, Allah kabulkan doa-doanya, dan ternyata kebanyakan orang tidak memperhitungkan kondisi-kondisi di atas, dan hanya terfokus pada lafaz doa yang dipanjatkan, padahal bisa jadi doa yang ia panjatkan lafaznya biasa saja, tidak ada yang istimewa, namun ternyata yang istimewa adalah kondisi pendukungnya.

    Catatan:

    Memilah lafaz yang tepat dalam berdoa itu penting, namun memperhatikan faktor-faktor pendukung diterimanya doa itu jauh lebih penting, dan faktor terbesarnya selain yang sudah kita sebutkan adalah dengan menjalankan perintah-perintah Allah Ta'ala dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

    Wa billahit Taufiq

    Referensi: Tahdzib Ad Daa' wa Ad Dawaa'

    M. Haris Luthfi

    Buraydah, 12 Rabiul Akhir 1448 H

    Penulis:
    Ustadz Haris Luthfi
    Share: