29 Rabiul Akhir 1448 H | Sabtu, 10 Oktober 2026
Tahdzib Ad Daa' wa Ad Dawaa'

Keadaaan Yang Menjadi Sebab Terkabulnya Do'a

Keadaaan Yang Menjadi Sebab Terkabulnya Do'a

Daftar isi

    Sebagaimana di sana ada keadaan yang menyebabkan doa kita tertolak, begitu pula sebaliknya, ada keadaan yang jika doanya dipanjatkan dalam keadaan tersebut, maka itu bisa menjadi sebab doa-doanya dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, diantaranya adalah sebagai berikut:

    1. Menghadirkan hati ketika berdoa, tidak asal sebut.

    2. Tidak setengah-setengah ketika berdoa.

    3. Memperhatikan waktu-waktu mustajab, seperti (1) Sepertiga akhir malam, (2) Ketika Adzan berkumandang, (3) Waktu antara Adzan dan Iqamah, (4) Penghujung shalat fardhu, (5) Ketika imam menaiki mimbar di hari jum'at hingga dilaksanakannya shalat, (6) Penghujung waktu ashar di hari jum'at.

    4. Khusyuk ketika berdoa.

    5. Berdoa dalam keadaan hati yang hancur dan pasrah hanya kepada Allah.

    6. Berdoa dalam keadaan tunduk dan merendahkan dirinya di hadapan Allah.

    7. Menghadap kiblat.

    8. Dalam keadaan suci.

    9. Mengangkat tangannya ketika berdoa.

    10. 1Memulai doanya dengan hamdalah dan pujian-pujian kepada Allah.

    11. Melanjutkannya dengan bershalawat kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

    12. Sebelum ia menyebutkan hajat-hajatnya, ia dahulukan dengan permohonan ampunan atas kesalahan dan kesilapannya (istighfar).

    13. Mengeluhkan semua permasalahannya kepada Allah.

    14. Berdoa dengan penuh harap (Raghbah) dan rasa takut (Rahbah).

    15. Bertawassul (perantara dalam berdoa) dengan Nama-Nama Allah Ta'ala (Asmaul Husna).

    16. Bersedekah sebelum berdoa.

    17. Berdoa dengan doa-doa yang Nabi kabarkan bahwa doa tersebut kemungkinan terkabulnya besar.

    18. Memulai doa dengan menyebutkan nama-nama Allah yang paling Agung, seperti "Yaa Hayyu yaa qayyuum..." atau yang lainnya.

    Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh An-Nasa'i di dalam Sunannya, juga Ibnu Hibban di dalam Shahihnya, suaru ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mendengar seseorang (sahabatnya) berdoa,

    (( اللهم إني أسألك بأني أشهد أنك أنت الله لا إله إلا أنت، الأحد الصمد، الذي لم يلد ولم يولد، ولم يكن له كفوا أحد ))

    (( Allahumma innii as'aluka biannii asyhadu annaka Antallahu laa ilaaha illaa Anta, Al-Ahadus Shamad, alladzii lam yalid wa lam yuulad, wa lam yakun lahu kufuwan ahad ))

    Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

    (( لقد سأل الله بالاسم الذي إذا سؤل به أعطى، وإذا دعي به أجاب ))

    "Sungguh dia telah meminta kepada Allah dengan Nama yang jika ia meminta (dengan nama tersebut) niscaya dikabulkan, dan jika ia berdoa dengannya pasti diijabah."

    Atau lafazh-lafazh lainnya seperti,

    (( Yaa Hayyu Yaa Qayyuum, bi Rahmatika astaghiits...))

    Atau,

    (( Laa ilaaha illaa Anta, Subhaanaka innii kuntu minaz Zhaalimiin ))

    Dan masih banyak lainnya.

    Catatan:

    Kalau kita perhatikan, justru lebih banyak keadaan yang dapat menyebabkan doa kita itu dikabulkan, daripada keadaan yang menyebabkan doa kita tertolak.

    Setelah tahu itu, apakah kita masih akan berburuk sangka kepada Allah?

    Allahu A'lam

    Referensi: Tahdzib Ad Daa' wa Ad Dawaa'

    M. Haris Luthfi

    Buraydah, 11 Rabiul Akhir 1448 H

    Penulis:
    Ustadz Haris Luthfi
    Share: