Ketika berbicara tentang obat-obatan, maka tidak ada obat yang lebih manjur dan mujarab daripada "Doa."
Doa adalah lawan dari Bala' (Marabahaya, apapun bentuknya), karena ketika berhadapan dengan Bala, maka fungsi doa antara lain adalah:
Menangkal datangnya Bala
Mengobati dampak Bala (penyakit, dsb)
Menolak turunnya Bala dan bisa mengangkatnya
Jika telah turun, bisa juga meringankannya
Doa adalah senjata seorang muslim yang paling ampuh, dan ini sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Hakim di dalam Shahihnya, hadits yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
(( الدعاء سلاح المؤمن, وعماد الدين, ونور السماوات والأرض ))
"Doa adalah senjatanya orang yang beriman, tiangnya agama, dan sebagai cahaya di langit-langit dan bumi"
Namun ternyata, ketika doa seseorang itu berhadapan dengan Bala (Marabahaya) maka ada tingkatan pada kualitas dan pengaruh doa tersebut:
* Pertama: Ketika doa yang ia panjatkan lebih kuat daripada bala, maka doa tersebut dapat menghalangi datangnya bala tersebut.
* Kedua: Ketika doanya lebih lemah, dan bala lebih kuat, maka bisa jadi bala tersebut menimpa seorang hamba, namun doa yang ia panjatkan dapat meringankan bala tersebut, walaupun hanya sedikit.
* Ketiga: Jika posisi keduanya sama kuat, maka satu sama lain bisa saling menahan (dampaknya)
Imam Al-Hakim juga meriwayatkan di dalam Shahihnya, dari hadits Aisyah Radhiyallahu 'anha beliau berkata, bahwa Rasulullah _Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
(( لا يغني حذر من قدر, والدعاء ينفع مما نزل ومما لم ينزل. وإن البلاء لينزل فيلقاه الدعاء, فيعتلجان إلى يوم القيامة ))
"Sikap waspada tidak mampu menolak takdir, sedangkan doa bermanfaat terhadap apapun (musibah) yang telah turun maupun yang belum turun. Sesungguhnya bala (musibah) benar-benar turun lalu dihadapi oleh doa, kemudian keduanya saling bertarung (saling menolak) hingga hari kiamat."
Masih di dalam Shahih Al-Hakim dari hadits Abdullah bin Umar, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
(( الدعاء ينفع مما نزل, ومما لم ينزل, فعليكم عباد الله بالدعاء ))
"Doa itu bermanfaat baik untuk (musibah) yang sudah turun, maupun belum turun, maka hendaknya kalian berdoa wahai hamba-hamba Allah"
Dalam riwayat yang lain, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
(( لا يرد القدر إلا الدعاء, ولا يزيد إلا الدعاء, ولا يزيد في العمر إلا البر, وإن الرجل ليحرم الرزق بالذنب يصيبه ))
"Tidak ada yang dapat menolak takdir (berupa keburukan) kecuali doa, dan tidak ada yang dapat menambah takdir (berupa kebaikan) kecuali doa, juga tidak ada yang dapat menambah (keberkahan dan kebaikan pada) usia kecuali dengan Berbuat Kebajikan, dan seseungguhnya seseorang bisa terhalangi dari rezeki (yang baik, yang thayyib) karena perbuatan dosa yang dia geluti (kerjakan)."
Catatan:
Maksud hadits ini, kita memang tidak tahu takdir apa yang akan menimpa kita di masa depan, apakah baik, ataukah buruk, tapi dengan kita berdoa, maka kita bisa terhindar dari takdir-takdir yang buruk, dan bisa menambah kebaikan pada takdir-takdir yang baik.
Di samping itu, ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan bahwa kebajikan dapat menambah usia, yang dimaksud bukanlah nominalnya, melainkan manfaat dan keberkahannya, sehingga sekalpun ia berumur pendek, namun ia bisa mengerjakan atau meninggalkan kebaikan seolah ia berumur panjang.
Lalu, barangkali kita bertanya, "Katanya dosa dapat menghalangi rezeki, tapi mengapa banyak orang kafir dan ahli maksiat yang justru bergemilang harta?", jawabannya adalah, yang terhalangi di sini adalah rezeki yang thayyib, yang baik, yang halal, yang bermanfaat bagi dirinya maupun orang-orang di sekelilingnya, baik manfaat di dunianya maupun akheratnya. Karena kalau kita perhatikan, sangat banyak juga orang-orang shaleh yang kaya raya dan bergemilang harta, dan harta mereka jauh lebih bermanfaat jika dibandingkan dengan orang-orang kafir dan zhalim yang bergemilang harta.
Allahu A'lam
Referensi: Tahdzib Ad-Daa' wa Ad-Dawaa', Ibnul Qayyim
M. Haris Luthfi
Buraydah, 8 Rabiul Akhir 1448