Mungkin kita pernah mengalaminya, kondisi di mana kita berharap doa yang kita panjatkan "cepat" terkabul, dengan standar waktu terbaik menurut kita, atau mungkin kita beranggapan bahwa Allah terlambat dalam mengabulkan doa.
Pernah begitu?
Jangan-jangan, pemikiran semacam itulah yang sebenarnya menghambat terkabulnya doa kita.
Yaitu ketika seseorang terburu-buru ingin doanya cepat dikabulkan, dan beranggapan bahwa jawaban Allah atas doa-doa tersebut datang terlambat, yang mana karena mindset tersebut, akhirnya ia justru berhenti berdoa dan meminta kepada Allah.
Ibnul Qayyim Rahimahullah membawakan sebuah perumpaan bagi orang yang pola pikirnya demikian, seperti seseorang yang sedang menanam tanaman yang ia harapkan dapat dipanen buahnya, ia siram, ia beri pupuk, dan ia rawat, namun ia tak sabar menanti tanaman itu berbunga dan berbuah, ia beranggapan tanaman tersebut tak berbuah sebagaimana seharusnya (menurut standar yang ia tetapkan), akhirnya ia tinggalkan dan abaikan tanaman tersebut.
Padahal seandainya ia mau bersabar sedikit lagi, "tidak menutup kemungkinan" apa yang ia harapkan datang sebentar lagi, karena Allah Maha Mengetahui waktu terbaik untuk mewujudkan dan menjawab doa-doanya, tapi sayangnya ia lebih dahulu menyerah dan berhenti.
Di dalam Shahih Bukhari, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
(( يستجاب لأحدكم ما لم يعجل، يقول: دعوت فلم يستجب لي ))
"Doa kalian akan diijabah (dikabulkan) selama kalian tidak tergesa-gesa, yaitu ketika seseorang berkata: 'Aku sudah berdoa, tapi tak kunjung dikabulkan'"
Kemudian di dalam Shahih Muslim, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda,
(( لا يزال يستجاب للعبد ما لم يدع بإثم، أو قطيعة رحم، ما لم يستعجل ))
"(Doa) seorang hamba akan senantiasa dikabulkan selama ia tidak meminta (yang isinya) dosa (kemaksiatan), atau memutus silaturrahim, (juga) selama ia tidak tergesa-gesa"
Kemudian seseorang berkata "Apa itu isti'jal (tergesa-gesa)?"
Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Yaitu ia berkata: 'Sungguh aku sudah meminta (berdoa) berulang kali, tapi nampaknya doaku tidak akan dikabulkan,' kemudian akhirnya ia putus asa dan tidak lagi berdoa."
Catatan:
Hendaknya kita ber- Husnuzhon (prasangka baik) kepada Allah dalam situasi dan kondisi apapun.
Allah Maha Mengetahui kapan timing yang paling tepat untuk mengabulkan doa-doa kita, jadi tak perlu tergesa-gesa.
Selama kita tidak melakukan hal-hal yang dapat menghalangi terkabulnya doa kita, maka yakin saja bahwa doa kita pasti Allah kabulkan tepat pada, cepat maupun lambat.
Allah kabulkan doa kita dengan tiga (3) cara: (1) Dikabulkan tepat seperti yang kita pinta atau bahkan lebih baik, (2) Allah ganti dengan sesuatu yang lain yg jauh lebih baik, seperti diselamatlam dari marabahaya, (3) atau Allah jadikan sebagai amal shaleh yang buahnya ditabung dan akan kita rasakan kelak nanti akherat.
Jangan pernah berputus asa dari Rahmat dan Kasih Sayang Allah Ta'ala, karena Allah Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
Allahu A'lam bis Shawab
Referensi: Tahdzib Ad Daa' wa Ad Dawaa'
M. Haris Luthfi
Buraydah, 10 Rabiul Akhir 1448 H