Kita semua tahu, bahwa berdoa kepada Allah memiliki pengaruh yang dahsyat dalam menolak bala' (marabahaya) dan mendapatkan apapun yang kita minta atau harapkan.
Namun, dampaknya doa bisa melemah dikarenakan beberapa hal berikut:
Karena lemahnya doa yang dipanjatkan, maksudnya adalah ketika ia memanjatkan doa yang mengandung hal-hal yang tidak Allah cintai, baik berupa kemaksiatan, dan lain sebagainya.
Karena hatinya yang lemah, tidak condong kepada Allah Ta'ala, serta doanya tidak bertepatan dengan waktu mustajab. Imam Ibnul Qayyim mengibaratkannya seperti busur panah yang sangat lemah, sehingga anak panah yang terlepas juga tidak kuat tenaganya. Yang artinya, jika ingin doa kita powerfull maka pastikan kita panjatkan dengan sungguh-sungguh, condong kepada Allah dan upayakan bertepatan dengan waktu yang mustajab doa di dalamnya.
Karena ada hal-hal yang menghalangi terkabulnya doa, seperti mengonsumsi makanan dan minuman yang haram, berbuat zhalim, dosa yang mendominasi hati, dan kecenderungan dirinya terhadap kelalaian.
Di dalam "Shahih Al-Hakim," dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu beliau berkata, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
اعدوا الله وأنتم موقنون بالإجابة, واعلموا أن الله لا يقبل دعاء من قلب غافل لاه
"Berdoalah kepada Allah dalam keadaan sangat mengharapkan jawabannya (dikabulkan), dan ketahuilah bahwa Allah tidak menerima doa dari (orang dengan) hati yang lalai dan penuh kesia-siaan."
Jadi, jika kita sangat berharap doa-doa kita Allah kabulkan, maka berusahalah untuk meninggalkan hal-hal yang melalaikan di dalam hidup kita.
Referensi: Tahdzib Ad-Daa' wa Ad Dawaa', Ibnul Qayyim
M. Haris Luthfi
Buraydah, 7 Rabiul Akhir 1448 H