[youtube v=”8yY8mibwkVM”]
Bab 227: Menjenguk Orang Sakit di Tengah Malam
٤٩٩ – حَدَّثَنَا الْمَكِّيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا الْجُعَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عَائِشَةَ بِنْتِ سَعْدٍ، أَنَّ أَبَاهَا قَالَ: اشْتَكَيْتُ بِمَكَّةَ شَكْوَى شَدِيدَةً، فَجَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُنِي، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنِّي أَتْرُكُ مَالًا، وَإِنِّي لَمْ أَتْرُكْ إِلَّا ابْنَةً وَاحِدَةً، أَفَأُوصِي بِثُلُثَيْ مَالِي، وَأَتْرُكُ الثُّلُثَ؟ قَالَ: «لَا» ، قَالَ: أُوصِي النِّصْفَ، وَأَتْرُكُ لَهَا النِّصْفَ؟ قَالَ: «لَا» ، قَالَ: فَأَوْصِي بِالثُّلُثِ، وَأَتْرُكُ لَهَا الثُّلُثَيْنِ؟ قَالَ: «الثُّلُثُ، وَالثُّلُثُ كَثِيرٌ» ، ثُمَّ وَضَعَ يَدَهُ عَلَى جَبْهَتِي، ثُمَّ مَسَحَ وَجْهِي وَبَطْنِي، ثُمَّ قَالَ: «اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، وَأَتِمَّ لَهُ هِجْرَتَهُ» ، فَمَا زِلْتُ أَجِدُ بَرْدَ يَدِهِ عَلَى كَبِدِي فِيمَا يَخَالُ إِلَيَّ حَتَّى السَّاعَةِ. صحيح
499. Dari “Aisyah binti Sa’d, bahwa ayahnya berkata, “Aku pernak mengeluh sakit keras di Makkah. Kemudian Nabi ﷺ mengunjungiku, lalu kutanyakan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku meninggalkan harta, dan aku hanya meninggalkan seorang anak perempuan, bolehkah aku membuat wasiat dengan dua pertiga hartaku dan aku sisakan sepertiganya?’ Beliau menjawab, ‘Tidak’. Lalu kutanyakan, “Kalau aku membuat wasiat dengan setengah dan aku sisakan untuknya setengah?’ Beliau menjawab,’ Tidak’, Lalu kutanyakan, “Kalau aku membuat wasiat dengan sepertiga dan aku sisakan dua pertiga?” Beliau menjawab, “Sepertiga, dan sepertiga itu banyak.’ Beliau lalu meletakkan tangannya di dahiku lalu mengusap wajah dan perutku sambil berdo’a, Ya Allah, berilah Sa’d kesembuhan dan sempurnakanlah hijrahnya. ‘Maka aku masih terus merasakan kesejukan tangan beliau di hatiku atas apa yang digambarkan kepadaku hingga saat ini.”
- HR. Al-Bukhari, kitab al-Mardha, bab Wadh’ul Yadi ‘alal Maridh (5659) dan akan datang pada hadits no. (520).
Penjelasan Kata:
- Kata فِيمَا يَخَالُ : Selalu terbayang-bayang.
- Kata بَرْدَ يَدِهِ : Yang dimaksud adalah terasa sejuk pada anggota badan atau telapak tangannya atau usapan tangannya.
Kandungan Hadits:
- Menjenguk orang sakit adalah suatu hak seorang muslim atas muslim lainnya.
- Dianjurkan mengusap orang yang sakit, karena itu dapat memberikan pengaruh dan ketenangan.
- Hikmah pembatasan harta yang diwasiatkan sebesar sepertigany? adalah apabila seseorang bershadaqah dengan sepertiga hartanya, maka berarti dia masih menyisakan dua pertiga hartanya untuk anak snaknya sehingga mereka tidak dikhawatirkan menjadi miskin. Lain halnya ketika ia bershadaqah dengan dua pertiga hartanya kemudian ternyata umurnya masih panjang, maka harta yang tersisa pun akan berkurang yang pada akhirnya habis. Ini berarti bahwa wasiat (shadaqah) tersebut telah merebut hak para ahli waris. Maka Rasulullah ﷺ menempatkan masalah ini pada posisi pertengahan, yaitu sepertiga.
- Hadits ini menganjurkan agar menyambung silaturrahim dan berbuat baik kepada kerabat serta belas kasih terhadap para ahli waris.
- Hadits ini menganjurkan agar benar-benar memperhatikan keadilan dalam membagi harta antara kepentingan ahli waris dan wasiat.
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
┃ Materi : Kitab Adabul Mufrad
┃ Pemateri : Ustadz Yunan Hilmi, Lc Hafizhahullah (Pengajar Ilmu Syar’i Pondok Pesantren Imam Bukhori)
┃ Hari, Tanggal : Ahad , 7 Juli 2025 M / 11 Muharram 1447H
┃ Tempat : Masjid Al-Ikhlas – Adi Sucipto Jajar Solo.

