Home / Tematik / Luasnya Rahmat dan Ampunan Allah ﷻ
Tematik

Luasnya Rahmat dan Ampunan Allah ﷻ

ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ

📚┃ Materi : Luasnya Rahmat dan Ampunan Allah ﷻ
🎙┃ Pemateri : Ustadz Ahmad Mukhlis, BA. M.Pd
(Staff pengajar pondok pesantren Imam Bukhori)
🗓️┃ Kamis, 23 April 2026 /5 Dzulqa’dah 1447
🕌┃ Masjid Al-Ikhlas Adi Sucipto Solo

Ustadz mengawali kajian dengan mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan hingga masih dipertemukan dalam majelis ilmu.

Diantara tabiat manusia adalah selalu berbuat dosa-dosa dan kemaksiatan-kemaksiatan, Yang dengannya manusia dimasukkan ke dalam neraka. Na’udzubillahmindalik.

Namun diantara rahmat Allah Azza wa Jalla, Dia sangat ber-bahagia dengan taubat hamba-Nya ketika menyadari bahwa dia memiliki Rabb Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang yang akan mengampuni dosa-dosa dan memaafkan kejelekan-kejelekan.

Mendulang Hikmah Dibalik Musibah


Dalam sebuah hadits Qudsi Allah ﷻ berfirman :

عَنْ أَنَسِ بنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم يَقُوْلُ : قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالَـى : يَا ابْنَ آدَمَ ، إنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ فِيْكَ وَلَا أُبَالِيْ ، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ، ثُمَّ اسْتَغفَرْتَنِيْ ، غَفَرْتُ لَكَ وَلَا أُبَالِيْ ، يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ، ثُمَّ لَقِيتَنيْ لَا تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا ، لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابهَا مَغْفِرَةً

Dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu ia berkata, “Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Allâh Azza wa Jalla berfirman, ‘Hai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdo’a dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.”

Hadits shahih diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 3540) dan ini lafazhnya. Tirmidzi rahimahullah berkata, “Hadits ini hasan gharib.”

📃 Penjelasan:

Adab dan Sunnah ketika Hujan

Hadis ini termasuk yang diriwayatkan oleh Nabi ﷺ dari Allah. Hadis seperti ini disebut hadis qudsi atau hadis ilahi, yaitu hadis yang lafal dan maknanya berasal dari Allah ﷻ.

Syaikh Utsaimin Rahimahullah menjelaskan Firman Allah ﷻ : Selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku.

Do’a terbagi menjadi dua:

  1. Do’a mas’alah: Seperti Ya Rabbighfir lii
  2. Do’a Ibadah: Seperti menunaikan shalat, karena shalat adalah ibadah.

Bagaimana mungkin ibadah itu disebut sebagai do’a?

Karena seseorang yang beribadah kepada Allah ﷻ pada hakikatnya seseorang yang sedang berdo’a dengan perilakunya. Kalau engkau bertanya kepada orang yang shalat. Kenapa engkau shalat? Dia akan menjawab saya mengharap pahala Allah ﷻ. Maka, dengan demikian orang yang sedang berdo’a dengan gerak geriknya.

Bukti Cinta Kepada Nabi Muhammad ﷺ

Karenanya Firman-Nya : Selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku. Ini mengandung do’a ibadah dan do’a mas’alah.

Kemudian firman-Nya : Aku ampuni semua dosamu yang telah kamu lakukan

Maghfirah maknanya menutup dosa dan memaafkannya. Maghfirah berasal dari bahasa Arab, yakni akar kata ghafara (غفر) yang berarti menutup, menyelubungi, atau melindungi. Secara harfiah, ia juga terkait dengan kata mighfar (pelindung kepala/helm perang) dan ghiffarah (baju besi). Makna maghfirah adalah Allah menutupi dosa dan aib hamba-Nya sehingga tidak terlihat, serta melindungi mereka dari hukuman.

Firman-Nya : Jika dosamu setinggi langit kemudian engkau meminta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku ampuni, sedang Aku tidak peduli.

Makna عَنَانَ السَّمَاءِ adalah langit yang tinggi atau sejauh mata memandang, atau awan.

Langit yang kita lihat seperti kubah bagi bumi yang memiliki sisi dan bagian tengah. Bagian yang paling tinggi adalah bagian tengahnya.

Maka, meskipun dosa-dosa sejauh langit, jika kita beristighfar dengan menghadirkan hati yang butuh ampunan Nya, maka Allah ﷻ akan mengampuni.

Tauhid Merupakan Faktor Terbesar Penyebab Ampunan

Syaratnya: tidak menyekutukan Allah ﷻ. Baik syirik asghar atau akbar.

يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ، ثُمَّ لَقِيتَنيْ لَا تُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا ، لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابهَا مَغْفِرَةً.

Hai anak Adam! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa hampir sepenuh bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.

Tauhid murni yang tidak terkotori oleh syirik tidak menyisakan dosa, karena ia mengandung kecintaan kepada Allah, penghormatan, pengagungan, ketakutan dan harapan kepada-Nya semata yang mewajibkan dicucinya dosa-dosa walaupun ia sepenuh jagat, najisnya bersifat sementara sedangkan yang menolaknya adalah sesuatu yang sangat kuat.

Maka do’a yang sering diajarkan Nabi ﷺ:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

Agar tidak terjerumus ke dalam kesyirikan baik kecil maupun besar. Seperti mencintai harta melebihi kecintaan kepada Allah ﷻ dan Rasul-Nya.

Abu Hurairah -raḍiyallāhu ‘anhu- berkata, Rasulullah -ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Celakalah hamba dinar, hamba dirham, hamba khamīṣah (kain dari sutra atau campuran sutra dan wol), dan hamba khamīlah (kain beludru). Jika diberi maka ia rida, dan jika tidak diberi maka ia murka…. (HR. Bukhari).

Dalam hadits ini Nabi ﷺ menyebut sebagai hamba… Ini menandakan adanya kesyirikan.

Jika tauhid seorang hamba dan keikhlasannya kepada Allah ta’ala telah sempurna, dia telah menunaikan syarat-syaratnya di dalam hatinya, lisannya dan anggota badannya, atau dengan hati dan lisannya pada saat menjelang kematian, maka hal itu mewajibkan ampunan terhadap seluruh dosa yang telah berlalu dan menghalanginya secara total untuk masuk neraka.

💡 Faedah Hadits:

  1. Mulianya anak Adam ketika Allah ﷻ secara langsung berbicara kepadanya: Wahai Anak Adam…(al-Isrâ’/18: 70).
  2. Barangsiapa berdo’a kepada Allâh dan berharap kepada-Nya niscaya Allâh akan mengampuninya.
  3. Berdo’a harus diiringi dengan rasa harap.
  4. Luasnya karunia dan ampunan Allâh buat para hamba-Nya.
  5. Penetapan sifat yang dinafikan (salbiyah – yang memiliki makna negatif). Seperti sifat tidak peduli.
  6. Sekalipun dosa hamba itu besar dan banyak, maka ampunan Allâh itu lebih besar dan banyak. Namun hamba-Nya harus melakukan sebab-sebab agar diampuni Allah ﷻ.
  7. Keutamaan istighfâr dan taubat
  8. Ada lima syarat taubat menurut Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah: (a) ikhlas, (b) menyesal atas apa yang telah terjadi, (c) meninggalkan maksiat yang ingin bertauba darinya, (d) bertekad tidak akan mengulanginya lagi, artinya tidak diniatkan untuk diulangi kembali, (e) bertaubat selama belum terlambat, yaitu sebelum datang ajal dan sebelum matahari terbit dari arah tenggelamnya. Sebagian ulama menyebutkan syarat taubat hanyalah tiga saja yaitu menyesal, menigggalkan, dan bertekad tidak mau mengulangi lagi. Namun, yang disebutkan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, itulah yang lebih sempurna. Lihat Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyah, hlm. 433-437.
  9. Keutamaan tauhid yang luar biasa karena siapa yang mati dalam keadaan tidak membawa dosa syirik, maka ia akan masuk surga.

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Related Posts