Home / Adabul Mufrad / Pahala Amal Orang yang Dilakukan Ketika Sehat Ditulis Ketika Sakit
Adabul Mufrad

Pahala Amal Orang yang Dilakukan Ketika Sehat Ditulis Ketika Sakit

[youtube v=”8yY8mibwkVM”]

بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم

 

Bab 228

Hadits Ke :

٥٠٠ – حَدَّثَنَا قَبِيصَةُ بْنُ عُقْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ مَرْثَدٍ، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُخَيْمِرَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَا مِنْ أَحَدٍ يَمْرَضُ، إِلَّا كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ وَهُوَ صَحِيحٌ». حيح

 

Adabul Mufrad Bab 283-287 | Hadits no. 652-661 | Beberapa Macam Do’a dan Adab-adabnya

500.

Qabishah bin ‘Uqbah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Sufyan mengabarkan kepada kami dari ‘Alqamah bin Martsad, dari al-Qasim bin Mukhaimarah: Dari ‘Abdullah bin “Amr, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, “Tidaklah Seorang menderita sakit melainkan ditulis untuknya pahala seperti halnya pahala amal pada saat ia sehat.”

  • Shahih. HR. Ahmad (2/159) dan al-Hakim (1/348). Lihat al-Irwa’ (560).

 

Kandungan Hadits:

Hadits ini merupakan dalil bahwa orang yang sakit akan mendapat pahala, dengan melihat niatnya, bahwa seandainya ia sehat niscaya ia akan melakukan amal shalih itu. Maka, Allah pun memberi kemurahan karena niat itu, dengan menulis pahala amal itu.

 

Adabul Mufrad Bab 281-282| Hadits no. 647-651 | Tentang Shalawat Nabi ﷺ dan Do’a Orang yang Didzalimi

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

٥٠١ – حَدَّثَنَا عَارِمٌ قَالَ: حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ زَيْدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا سِنَانٌ أَبُو رَبِيعَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” مَا مِنْ مُسْلِمٍ ابْتَلَاهُ اللَّهُ فِي جَسَدِهِ إِلَّا كُتِبَ لَهُ مَا كَانَ يَعْمَلُ فِي صِحَّتِهِ، مَا كَانَ مَرِيضًا، فَإِنْ عَافَاهُ – أُرَاهُ قَالَ: عَسَلَهُ -، وَإِنْ قَبَضَهُ غَفَرَ لَهُ “. حسن صحيح

501.

‘Arim mengabarkan kepada kami, ia berkata: Sa’id bin Zaid mengabarkan kepada kami, ia berkata: Sinan Abu Rabi’ah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Anas bin Malik mengabarkan kepada kami dari Nabi ﷺ beliau bersabda,

“Tidaklah seorang muslim diberi cobaan oleh Allah pada tubuhnya melainkan Allah menuliskan untuknya pahala yang biasa ia lakukan ketika sehat selama ia sakit. Jika Allah menyembuhkanya.” —Aku mengira beliau bersabda, “Menjadikannya yang dipuji.” “Namun, jika Allah mengambil nyawanya, niscaya Dia mengampuninya.”

  • Hasan shahih. Sinan Abu Rabi’ah shaduq. Diriwayatkan oleh Ahmad (3/148), Ibnu Abi Syaibah (10831), dan al-Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman (9933). Hadits ini memiliki banyak penguat. Lihat kitab al-Irwa’ no. (560).

⦗١٧٧⦘

Adabul Mufrad Bab 278-279| Hadits no. 623-632 | Berbagai Bacaan Istighfar Nabi ﷺ dan Beberapa Do’a Sahabat

٥٠١ – حَدَّثَنَا مُوسَى قَالَ: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ سِنَانٍ، عَنْ أَنَسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، مِثْلَهُ، وَزَادَ قَالَ: «فَإِنْ شَفَاهُ عَسَلَهُ» حسن صحيح

Musa mengabarkan kepada kami, ia berkata: Hammad bin Salamah mengabarkan kepada kami dari Sinan: Dari Anas, dari Nabi ﷺ seperti hadits di atas, namun ia menambahkan, “Maka jika Allah menyembuhkannya, Dia akan menjadikannya buah bibir.”

 

Penjelasan Kata:

  • Kata عَسَلَهُ : Allah menjadikan baginya pujian yang baik di kalangan manusia, karena ia telah melakukan kebaikan sebelum meninggal sehingga orang orang pun senang kepadanya.
  • Kata ُالْعَسْل Pujian yang baik, diambil dari kata ُالْعَسْل (madu).

 

Kandungan Hadits: Sama dengan hadits no. 500.

Hadits ini merupakan dalil bahwa orang yang sakit akan mendapat pahala, dengan melihat niatnya, bahwa seandainya ia sehat niscaya ia akan melakukan amal shalih itu. Maka, Allah pun memberi kemurahan karena niat itu, dengan menulis pahala amal itu.

 

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

٥٠٢ – حَدَّثَنَا قُرَّةُ بْنُ حَبِيبٍ قَالَ: حَدَّثَنَا إِيَاسُ بْنُ أَبِي تَمِيمَةَ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: جَاءَتِ الْحُمَّى إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتِ: ابْعَثْنِي إِلَى آثَرِ أَهْلِكَ عِنْدَكَ، فَبَعَثَهَا إِلَى الْأَنْصَارِ، فَبَقِيَتْ عَلَيْهِمْ سِتَّةَ أَيَّامٍ وَلَيَالِيهِنَّ، فَاشْتَدَّ ذَلِكَ عَلَيْهِمْ، فَأَتَاهُمْ فِي دِيَارِهِمْ، فَشَكَوْا ذَلِكَ إِلَيْهِ، فَجَعَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْخُلُ دَارًا دَارًا، وَبَيْتًا بَيْتًا، يَدْعُو لَهُمْ بِالْعَافِيَةِ، فَلَمَّا رَجَعَ تَبِعَتْهُ امْرَأَةٌ مِنْهُمْ فَقَالَتْ: وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ إِنِّي لِمَنَ الْأَنْصَارِ، وَإِنَّ أَبِي لِمَنَ الْأَنْصَارِ، فَادْعُ اللَّهَ لِي كَمَا دَعَوْتَ لِلْأَنْصَارِ، قَالَ: «مَا شِئْتِ، إِنْ شِئْتِ دَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَكِ، وَإِنْ شِئْتِ صَبَرْتِ وَلَكِ الْجَنَّةُ» ، قَالَتْ: بَلْ أَصْبِرُ، وَلَا أَجْعَلُ الْجَنَّةَ خَطَرًا. صحيح

502.

Qurrah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Iyas bin Abi Tamimah mengabarkan kepada kami dari ‘Atha bin Abi Rabah.

Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Demam mendatangi Nabi ﷺ lalu berkata, “Kirimlah aku kepada jejak keluargamu yang ada padamu”. Beliau lalu mengirimnya kepada kaum Anshar. Demam itu lalu tinggal di tengah mereka selama enam hari enam malam. Lalu, itu semakin parah dialami mereka. Beliau lalu mendatangi Mereka di perkampungan mereka. Mereka pun mengeluhkan itu kepada beliau. Beliau lalu masuk perkampungan dan rumah Mereka satu per satu, dengan mendo’akan kesembuhan untuk mereka, Ketika pulang, beliau diikuti oleh seorang wanita dari mereka. Ia berkata, “Demi Rabb yang mengutusmu dengan membawa kebenaran, sesungguhnya aku benar-benar dari kaum Anshar dan ayahku juga benar-benar dari kaum Anshar, maka do’akanlah aku sebagaimana engkau mendo’akan Orang-orang Anshar”. Lalu beliau menjawab, “Terserah, jika engkau mau aku akan berdo’a kepada Allah agar Dia menyembuhkanmu dan Jika engkau mau bersabar maka engkau mendapat Surga”. Wanita itu berkata, “Aku akan bersabar saja, dan tidak aku jadikan Surga sebagai risiko.”

  • Shahih. HR. Al-Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman (9969). Lihat kitab ash-Shahihah (2502).

Penjelasan Kata:

  • Kata الْحُمَّى: Demam, seperti typhus, thipoid, cacar, kuning.
  • Kata خَطَرًا: Jaminan, gadai, risiko.
  • Kata أَصَبْرُ: Tidak mengeluh kepada selain Allah ketika merasakan pedihnya musibah.
  • Kata فكأنها تقول: Seakan-akan wanita itu berkata, “Aku tidak mau menjadikan Surga sebagai risiko yang tidak dijamin dengan memilih do’a dari Nabi ﷺ untuk kesembuhan penyakitku. Surga diperoleh dengan sabar, karena dengan sabar itulah Rasulullah ﷺ menjamin seseorang akan mendapatkan Surga. Inilah yang difahami oleh Syaikh al-Albani setelah membahasnya bersama sejumlah kawan-kawannya.

Kandungan Hadits:

Apabila suatu musibah diiringi dengan kesabaran ketika menghadapinya maka ia akan membuahkan pengampunan dosa dan meningkatnya derajat seseorang.

 

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

٥٠٣ – وَعَنْ عَطَاءٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: مَا مِنْ مَرَضٍ يُصِيبُنِي أَحَبَّ إِلَيَّ مِنَ الْحُمَّى، لِأَنَّهَا تَدْخُلُ فِي كُلِّ عُضْوٍ مِنِّي، وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُعْطِي كُلَّ عُضْوٍ قِسْطَهُ مِنَ الْأَجْرِ “. صحيح

503.

Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Tidak ada satu penyakit pun yang menimpaku yang lebih aku sukai daripada demam, karena penyakit itu masuk ke dalam seluruh anggota tubuhku, dan sesungguhnya Allah memberi kepada setiap anggota tubuh bagian pahala.”

  • Shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (10817), al-Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman (9969).

Kandungan Hadits: 

Hadits ini adalah dalil bahwa orang yang sakit akan mendapatkan pahala karena sakitnya, yakni ia mendapat pahala yang besarnya menyamai kesalahan-kesalahannya. Apabila ia tidak memiliki kesalahan, maka akan ditulis sebagai pahala utuh.

 

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

٥٠٤ – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ  قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ أَبِي نُحَيْلَةَ، قِيلَ لَهُ: ادْعُ اللَّهَ، قَالَ: اللَّهُمَّ انْقُصْ مِنَ الْمَرَضِ، وَلَا تَنْقُصْ مِنَ الْأَجْرِ، فَقِيلَ لَهُ: ادْعُ، ادْعُ. فَقَالَ: اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُقَرَّبِينَ، وَاجْعَلْ أُمِّي مِنَ الْحُورِ الْعِينِ. صحيح

 

504.

Muhammad bin Yusuf mengabarkan kepada kami, ia berkata: Sufyan mengabarkan kepada kami dari al-A’masy, dari Abu Wa’il:

Dari Abu Nuhailah, ia berkata, “Dikatakan kepadanya, ‘Berdo’alah kepada Allah.’ Ia menjawab, ‘Ya Allah, kurangilah sakit dan jangan Engkau kurangi pahala.’ Lalu dikatakan kepadanya, ‘Berdo’alah, berdo’alah.’ Ia lalu berkata, “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan muqarrabin dan jadikanlah ibuku bidadari.”

  • Shahih. Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam kitab al-Mu’ jamul Kabir (22/ hadits 944).

Kandungan Hadits:

Seorang hamba hendaknya senantiasa memohon pertolongan kebada Allah dan pasrah kepada-Nya dalam setiap keadaan. Dan hendaknya ia selalu memohon pahala serta dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang didekatkan kepada Allah.

 

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

٥٠٥ – حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ مُسْلِمٍ أَبِي بَكْرٍ قَالَ: حَدَّثَنِي عَطَاءُ بْنُ أَبِي رَبَاحٍ قَالَ: قَالَ لِيَ ابْنُ عَبَّاسٍ: أَلَا أُرِيكَ امْرَأَةً مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ قُلْتُ: بَلَى، قَالَ: هَذِهِ الْمَرْأَةُ السَّوْدَاءُ أَتَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: إِنِّي أُصْرَعُ، وَإِنِّي أَتَكَشَّفُ، فَادْعُ اللَّهَ لِي، قَالَ: «إِنْ شِئْتِ صَبَرْتِ وَلَكِ الْجَنَّةُ، وَإِنْ شِئْتِ دَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَكَ» ، فَقَالَتْ: أَصْبِرُ، فَقَالَتْ: إِنِّي أَتَكَشَّفُ، فَادْعُ اللَّهَ لِي أَنْ لَا أَتَكَشَّفَ، فَدَعَا لَهَا. صحيح

505.

Musaddad mengabarkan kepada kami, ia berkata: Yahya mengabarkan kepada kami dari Imran bin Muslim Abu Bakar, ia berkata:

“Atha’ bin Abi Rabah mengabarkan kepadaku, ia berkata, “Ibnu ‘Abbas berkata kepadaku, “Maukah engkau aku tunjukkan salah seorang wanita penghuni Surga?’ Aku menjawab, “Mau.’ Lalu ia berkata, Wanita berkulit hitam ini mendatangi Nabi ﷺ lalu berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan (saat kambuh) (auratku) terbuka, maka berdo’alah kepada Allah untukku.’ Beliau bersabda, ‘Jika engkau mau, bersabarlah dan untukmu Surga. Dan Jika engkau mau, aku akan berdo’a kepada Allah agar menyembuhkanmu.’ la berkata, “Aku akan bersabar.’ Lalu ia berkata, “Sesungguhnya (auratku) tersingkap, maka berdo’alah kepada Allah agar (auratku) tidak tersingkap.” Maka beliau mendo’akannya.”

  • HR. Al-Bukhari, kitab al-Mardha, bab Fadhlu man Yushra’u minar Riih (5652), dan Muslim kitab al-Birr wash Shilah, bab Tsawabul Mukmin fi Ma Yushibuhu (54).

 

Penjelasan Kata:

  • Kata الْمَرْأَةُ السَّوْدَاءُ : Wanita berkulit hitam, namanya adalah Su’airah al-Asadiyyah, Habasyiyyah, nama panggilannya adalah Ummu Zufar, dulu ia adalah tukang sisir Khadijah Radhiyallahu’anha.
  • Kata أَتَكَشَّفَ : Aku tersingkap, ia khawatir auratnya terlihat ketika berada dalam keadaan tidak sadar.
  • Kata أُصْرَعُ : Ayan, penyakit yang menyerang syaraf disertai kehilangan kesadaran dan kejang-kejang pada otot-otot. Terkadang penyakit ini kambuh karena tertahannya angin dalam tubuh. Penyakit ini menghalangi sebagian kerja organ-organ vital disebabkan meningkatnya gas yang kotor menebal pada organ-organ tersebut yang berasal dari organ-organ lain.

Kandungan Hadits:

  1. Hadits ini merupakan dalil bahwa orang yang terkena ayan (epilepsi) mendapat pahala yang sempurna karena penyakitnya.
  2. Sabar atas musibah dan cobaan di dunia akan membuahkan Surga.
  3. Dalil bahwa meninggalkan pengobatan hukumnya boleh.
  4. Therapi semua penyakit dengan do’a dan mengembalikan semua urusan kepada Allah lebih berhasil dan bermanfaat dibanding penggunaan ramuan obat-obatan.

 

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

٥٠٦ – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَّامٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مَخْلَدٌ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ: أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ، أَنَّهُ رَأَى أُمَّ زُفَرَ، تِلْكَ الْمَرْأَةُ، طَوِيلَةً سَوْدَاءَ عَلَى سُلَّمِ الْكَعْبَةِ، قَالَ: وَأَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ، أَنَّ الْقَاسِمَ أَخْبَرَهُ، أَنَّ عَائِشَةَ أَخْبَرَتْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ: «مَا أَصَابَ الْمُؤْمِنَ مِنْ شَوْكَةٍ فَمَا فَوْقَهَا، فَهُوَ كَفَّارَةٌ». صحيح

506.

Muhammad bin Salam mengabarkan kepada kami, ia berkata: Makhlad mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, ia berkata:

‘Atha’ mengabarkan kepadaku bahwa ia melihat Ummu Zufar —wanita itu- yang tinggi hitam berada di tangga Ka’bah. Dan ‘Abdullah bin Abi Mulaikah mengabarkan kepadaku, al-Qasim mengabarkan kepadanya, “Aisyah mengabarkan kepadanya bahwa Nabi ﷺ bersabda, “Apa pun yang menimpa orang beriman dari duri hingga yang lebih dari itu, maka itu adalah suatu kaffarat (penebus dosa).”

  • Perkataan ‘Atha’ diriwayatkan oleh al-Bukhari, kitab al-Mardha, bab Fadhlu man Yushra’u Minar Riih setelah hadits no. (5652), dan Muslim, kitab al-Birr wash Shilah, bab Tsawabuul Mukmin fi Ma Yushibuhu (49-50) dengan makna yang sama, dan Ahmad (6/275) dengan lafazhnya.

 

Kandungan Hadits :    Sama penjelasan hadits no. 492.

  1. Setiap apa yang menimpa seorang muslim adalah penebus dosa dan maksiat hingga tusukan duri sekalipun.
  2. Kabar gembira bagi kaum muslimin berupa pengangkatan derajat, penghapusan dosa dan bertambahnya pahala dengan adanya bebagai penyakit musibah, dan kesulitan dunia.

 

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

٥٠٧ – حَدَّثَنَا بِشْرٌ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ: حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَوْهَبٍ قَالَ: حَدَّثَنِي عَمِّي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَوْهَبٍ قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُشَاكُ شَوْكَةً فِي الدُّنْيَا يَحْتَسِبُهَا، إِلَّا قُصَّ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ». صحيح

 

507.

Bisyr mengabarkan kepada kami, ia berkata, “Abdullah mengabarkan kepada kami, ia berkata, ‘Ubaidullah bin ‘Abdirrahman bin ‘Abdillah bin Mauhib mengabarkan kepada kami, ia berkata:

Pamanku, ‘Ubaidullah bin ‘Abdillah bin Mauhib berkata, Aku mendengar Abu Hurairah berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidaklah seorang muslim tertusuk duri di dunia, ia mengharap pahala atasnya, melainkan kesalahan-kesalahannya akan dikurangi karenanya pada Hari Kiamat”.

  • Shahih lighairihi. Dalam isnad ini terdapat ‘Ubaidillah bin ‘Ubaidirrahman, dia tidak kuat, pamannya juga tidak dikenal. Diriwayatkan oleh Ahmad (2/402) dan Ibnu Abid Dun-ya dalam kitab al-Maradh wal Kaffarat (38). Hadits ini diperkuat oleh hadits Jabir berikutnya dan hadits ‘Aisyah yang diriwayatkan oleh Ahmad (6/185). Lihat ash-Shahihah (2503).

 

Penjelasan Kata:

  • Kata قُصَّ بِهَا : Dikurangi dan diambil kesalahannya dengan sebab tusukan duri.

 

Kandungan Hadits:   Lihat penjelasan hadits no. 492 dan 497.

  1. Setiap apa yang menimpa seorang muslim adalah penebus dosa dan maksiat hingga tusukan duri sekalipun.
  2. Kabar gembira bagi kaum muslimin berupa pengangkatan derajat, penghapusan dosa dan bertambahnya pahala dengan adanya bebagai penyakit musibah, dan kesulitan dunia.
  3. Semakin berat suatu penyakit, maka pahalanya pun semakin besar dan dosa-dosa orang yang sakit akan dihapuskan. Itulah keadaan orang mukmin. Dalam keadaan apa pun adalah baik baginya. Jika ia sehat, maka ia bersyukur kepada Allah sehingga ia mendapat pahala. Dan jika ia sakit, maka ia bersabar sehingga ia pun mendapat pahala.

 

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

٥٠٨ – حَدَّثَنَا عُمَرُ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ: حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبُو سُفْيَانَ، عَنْ جَابِرٍ قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَا مِنْ مُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ، وَلَا مُسْلِمٍ وَلَا مَسْلَمَةٍ، يَمْرَضُ مَرَضًا إِلَّا قَصَّ اللَّهُ بِهِ عَنْهُ مِنْ خَطَايَاهُ». صحيح

508.

‘Umar mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ayahku mengabarkan kepada kami, ia berkata: Al-A’masy mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abu Sufyan mengabarkan kepadaku:

Dari Jabir, ia berkata, “Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda, Tidaklah seorang mukmin atau mukminah, tidak pula seorang muslim dan muslimah yang menderita satu penyakit, melainkan karenanya Allah mengurangi kesalahan-kesalahannya.”

  • Shahih. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (3/386), Abu Ya’la (2301). Lihat Ash-Shahihah (2503).

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم